Penyebab Agresivitas Remaja dan Cara Mengatasinya

Agresivitas Remaja

Menurut anda apakah arti remaja? Masa remaja adalah masa yang paling rawan dalam proses kehidupan karena terjadi pertentangan emosi dalam diri remaja yang belum mencapai kematangan sebagai pribadi dewasa, sehingga sering terjadi tawuran. Perilaku tersebut adalah oerilaku agresif dari remaja dan seorang individu atau kelompok.

Agresif adalah sebuah tindakan kekerasan baik secara verbal maupun fisk yang sengaja dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap orang lain dengan tujuan untuk melukai secara fisik maupun psikis. Adapun penyebab remaja bertindak agresif antara lain:

1. Faktor Biologis
a. Gen, berpengaruh pada pembentukkan system neural otak yang mengatur perilaku agresif.
b. System otak, yang tidak terlibat dalam agresif ternyata dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresif.
c. Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresif.

2. Faktor lingkungan
a. Kemiskinan remaja yang besar dalam lingkungan kemiskinan, maka perilaku agresif mereka secara alami mengalami penguatan.
b. Anoniomitas, antara satu orang dengan orang lain tidak lagi mengenal.
c. Suhu udara yang panas, suhu lingkungan yang tinggi memiliki dampak terhadap tingkah laku laku sosial berupa peningkatan agresifitas.


3. Kesenjangan generasi, adanya perbedaan atau jurang pemisah (gap) antara generasi anak dengan orang tuanya dapat terlihat dalam bentuk hubungan komunikasi yang semakin minimal dan seringkali tidak nyambung.

4. Amarah
Pada saat marah, pasti ada perasaan ingin menyerang, memukul, meninju, melempar atau menghancurkan sesuatu dan biasanya timbul pikiran kejam.

5. Peran belajar model kekerasan. Acara-acara yang menampilkan kekerasan akan mempengaruhi perkembangan jiwa penontonnya.

6. Fustasi
Fustasi terjadi jika seseorang terhalang ketika ingin mencapai suatu tujuan kebutuhan, keinginan atau tindakan tertentu. Agresif merupakan salah satu cara berespon terhadap frustasi.

7. Proses pendisiplinan yang keliru. Pendidikan yang otoriter dengan penerapan yang keras terutama dengan hukuman fisik dapat menimbulkan pengaruh buruk untuk perkembangan jiwa remaja.

Adapun solusi untuk mengatasi agresivitas remaja antara lain:

1. Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun.

2. Member kesempatan kepada remaja untuk beremmansipasi dengan cara yang baik dan sehat.

3. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.
Seperti itulah, masa remaja adalah masa-masa puber, aktif, kreatif dan enerjik. Dengan potensi seperti ini, masa remaja hanya butuh diarahkan, dibimbing, diberdayakan dengan baik dan benar. Selain itu, diperlukan juga teladan dari orang-orang di sekitarnya supaya mereka bisa membandingkan dan melihat contoh baik.


No Responses