Contoh Kalimat Pembuka Pidato Islam yang Baik


Memahami tentang contoh kalimat pembuka pidato islam yang baik dan benar untuk diterapkan ketika kita sedang menyusun naskah pidato merupakan pekerjaan berat yang harus kita selesaikan. Karena dengan banyaknya persiapan menjelang acara tersebut tentu harus pula memperhatikan aspek lain seperti kesiapan mental untuk tampil didepan umum dan bagaimana cara menghadapi orang banyak ketika sedang bicara dengan mereka supaya tetap nyaman dan enak didengarkan. Ini bukan hal mudah apalagi untuk pemula yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya grogi karena menghadapi puluhan orang dan kita dituntut untuk dapat mengatakan segala perkataan dengan lancar.

ceramah islami

Menyusun naskah pidato yang baik bukan hanya harus memperhatikan setiap alur yang ada, namun juga tidak lupa harus memperhatikan berbagai segi misalnya tata bahasa yang kita gunakan harus sopan dan menggunakan kalimat formal. Ini menuntut kemampuan yang prima dan kesiapan diri kita untuk dapat menjadi sosok yang baik untuk semua orang. Dengan kemampuan berpidato didepan orang banyak akan lebih mudah menguasai publik dan memberikan pemahaman mengenai topik yang berusaha kita sampaikan kepada mereka. Ini pada awalnya terlihat tidak mudah, namun ketika kita sudah terbiasa dan terlatih maka itu akan terasa lebih ringan sehingga tidak lagi ada perasaan canggung ketika berhadapan dengan orang ramai.

Seperti yang pernah gamesiana sampaikan pada tulisan terdahulu mengenai bagaimana membuat contoh daftar isi yang baik maka kali ini juga akan kita bahas tentang persiapan menjelang tampil berpidato dalam acara yang bertajuk Islami, sehingga penyusunan kalimat pembuka dan penutup juga harus menyesuaikan dengan momen tersebut. Supaya lebih mudah dipahami, maka langsung saja akan kita bahas mengenai beberapa contoh kalimat pembuka yang sopan untuk memulai sebuah ceramah Islami atau pidato dengan teman muslim.

Berikut salah satu bagian dari pembuka pidato Islami:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi nya dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.

Mungkin dari contoh diatas memang belum mencerminkan tema apa yang ingin kita sampaikan dalam sebuah pidato, namun demikian akan lebih mudah meneruskan segala keinginan tersebut supaya terwujud menjadi sebuah naskah pidato lengkap sehingga dapat digunakan untuk menghadapi acara yang akan kita selenggarakan nantinya. Yang penting lainnya adalah persiapan diri kita sendiri sehingga tidak kaku ketika berhadapan langsung dan tiba waktunya untuk tampil dimuka umum terutama ketika ada pendengar yang mengusulkan sesuatu maka harus dapat menanggapi usulan tersebut sehingga akan tercipta komunikasi yang baik.