Contoh Kerangka Karangan Argumentasi, Persuasi, Narasi, Deskripsi, Eksposisi

cewek sedang belajarKetika membahas seputar contoh kerangka karangan argumentasi atau jenis karangan lainnya maka kita akan lebih baik apabila mengetahui pengertian dari masing-masing karangan tersebut karena penjelasan yang diperlukan untuk memaparkan tiap jenis karangan itu mungkin akan berguna untuk lebih memahami perbedaan tiap macam karangan yang mungkin akan kamu buat. Mengenai masing-masing kerangka karangan memang penting dan sangat diperlukan dalam rangka menyusun sebuah karangan entah itu untuk keperluan mendeskripsikan sesuatu atau untuk menceritakan perihal penting yang mungkin belum sempat dipaparkan.

Salah satu karangan yang populer adalah jenis karangan narasi, dimana dalam penyusunan karangan tersebut adalah dengan memperhatikan urutan waktu. Ini menjadi penting karena untuk dapat menulis karangan tersebut maka kita dituntut untuk dapat menceritakan kembali pengalaman dengan detail sehingga pembaca akan mudah mengikuti setiap alur cerita yang ada. Adapun contoh dari karangan ini adalah sebuah novel atau cerpen. Yang mana dalam menyusun contoh kerangka karangan narasi diperlukan ketelitian sehingga akan dapat memberikan pengertian yang baik bagi pembaca.

Sedangkan jenis karangan deskripsi adalah suatu pemaparan yang berusaha dengan detail memberikan keterangan kepada pembaca sehingga dapat mengikuti setiap keadaan yang dituliskan oleh si pengarang. Karangan ini berisi penjelasan suatu langkah yang berhubungan dengan pekerjaan atau memberikan pemahaman akan sesuatu. Tujuan dalam membuat karangan deskripsi adalah untuk memberikan pengalaman kepada pembaca bahwa dia seolah-olah mengikuti sendiri setiap perkembangan dalam tulisan tersebut dengan detail. Sehingga obyek yang ditulis akan dengan mudah dipahami.


Untuk karangan eksposisi memiliki pengertian yang berbeda, dimana dalam penulisan karangan jenis ini dimaksudkan untuk memaparkan sesuatu dengan detail berdasarkan fakta yang ada. Tujuan dari karangan ini adalah menjelaskan kepada pembaca dengan fakta dan apa adanya tanpa ada maksud mempengaruhi pikiran pembaca.

Sedangkan karangan jenis persuasi adalah kebalikan dari karangan eksposisi. Karangan persuasi berisi ajakan atau himbauan untuk mengikuti apa yang dituliskan dalam karangan tersebut disertai bukti nyata sehingga akan memberikan pengaruh besar bagi pembaca supaya mengikuti keinginan penulis. Keterangan ditulis dengan jelas dan disertai kalimat yang berisi ajakan untuk pembaca supaya mau mengikuti apa yang disampaikan dalam tulisan.

Yang terakhir adalah karangan argumentasi, berisi sebuah pemaparan berdasarkan bukti, alasan serta contoh kejadian nyata yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pembaca sehingga yakin akan suatu masalah yang ada. Jenis karangan ini akan memberikan efek cukup besar pada pembaca apabila disampaikan dengan kalimat yang lugas dan adanya bukti kuat sehingga pembaca merasa bahwa pendapat tersebut memang benar adanya dan layak untuk di ikuti.

Contoh kerangka karangan berdasarkan urutan waktu

Topik: masyarakat
Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat
Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman.
I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU
A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia
1. Di Irian
2. Di Kepulauan Mentawai
II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK
A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia
B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia
1. Masyarakat petani di Pulau Jawa
2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur
III. MASYARAKAT INDUSTRI
A. Masyarakat Industri Modern
B. Masyarakat Industri Canggih

Contoh Kerangka berdasarkan urutan ruang atau tempat

Topik : Banjir.
Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir.
Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia.
I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA
A. Banjir di Asia
1. Banjir di China.
2. Banjir di Taiwan.
B. Banjir di Eropa
1. Banjir di Belanda.
2. Banjir di Inggris.
II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA.
A. Banjir di Pulau Jawa
1. Banjir di DKI Jakarta.
2. Banjir di Pacitan.
B. Banjir di luar Pulau Jawa
1. Banjir di Papua Barat.
2. Banjir di Padang.