Contoh Pantun Singkat atau Karmina Terlengkap

Memahami tentang contoh pantun karmina memang akan membawa kita pada pengertian pantun karmina yang lebih jauh, karena jenis pantun kilat ini merupakan bait sajak singkat yang mencerminkan suatu keadaan yang ada hubungannya dengan sastra dan pantun untuk menentukan kebenaran dalam suatu tindakan. Kalau bicara tentang puisi atau pantun pasti akan ada kaitannya dengan sajak berbalas-balasan atau bait kalimat yang mencerminkan betapa kita amat ingin menghargai setiap sastra dan budaya bangsa Indonesia, karena belajar membuat pantun akan menjadikan kita orang yang selalu ingat dengan warisan budaya tanah air.

membaca pantun karmina

Meskipun dimasa sekarang ini semakin banyak perkembangan teknologi modern yang mengharuskan kita untuk berpikir secara cepat dan tidak terpengaruh oleh banyaknya budaya lagi, namun bukan berarti harus melupakan warisan nenek moyang berupa sastra seni, karena selama itu bermanfaat pada kita tentu akan mudah untuk menjadikannya sebagai materi pelajaran yang akan membawa pada kemajuan bangsa dan generasi penerus.

Salah satu hal yang tidak dapat dilupakan bahwa sebenarnya pembuatan pantun hampir sama dengan puisi, hanya saja intonasi kata dan akhiran akan sangat penting untuk kita perhatikan disini. Mengenai contoh puisi tentang alam, sudah pernah kita bahas dalam tulisan terdahulu. Silakan membacanya disini: Puisi Lingkungan Hidup dan Alam Sekitar


Sedangkan untuk pantun, ada banyak sekali jenis pantun yang dapat kita temui yang kaitannya dengan budaya bangsa dan melestarikan keragaman sastra tanah air. Mulai dari pantun agama, pantun pendidikan sampai dengan pantun kilat seperti yang akan kita bahas berikut. Untuk contohnya, dibawah ini adalah beberapa contoh pantun karmina yang bertema budaya daerah dan menggunakan bahasa klasik zaman dahulu.

Tas hitam di atas meja
Saya cakep siapa yang punya

Candi mendut rusak jalannya
Orang gendut banyak makannya

Situ bagendit jangan dicaci
Kakek genit digoda banci

Ikan kakap makan kepompong
Banyak cakap suka bohong

Di rumpun bambu ada buaya
Kalau tak tahu hendaklah tanya

Air panas di dalam panci
Kurang pantas memuji diri.

Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati

Sudah garahu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula.

Jalan – jalan ke trotoar,
Walau kampungan tapi pintar.

Burung elang burung kutilang
Aku pulang membawa uang

Selain contoh diatas, sebenarnya masih sangat banyak pendapat mengenai keragaman bahasa dan sastra dalam kehidupan kita. Hanya saja untuk memahaminya perlu adanya kemampuan khusus sehingga setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda kalau bicara mengenai pantun, tentu dengan kreatifitas masing-masing akan membantu kita memberikan karya terbaik untuk apa yang kita anggap layak diberikan kepada publik sebagai karya seni buatan sendiri.

Meskipun belum banyak yang dapat disampaikan, melalui penjelasan diatas harapan penulis kita akan semakin mengerti bagaimana melestarikan daya dan membangun kepercayaan bersama untuk mewujudkan bangsa yang kaya akan warisan budaya dan generasi muda yang peduli akan keragaman budaya daerah yang semakin menipis karena arus modernisasi kian menjadi.