Contoh Pantun Talibun Lengkap

Bagi kamu yang saat ini sedang mencari contoh pantun talibun 8 baris atau talibun 6 baris maka dapat menyimak tulisan berikut ini karena disini akan kita kupas tuntas mengenai pengertian talibun yang baik untuk penyusunan pantun tersebut sehingga memberikan kesan sangat bagus untuk dibacakan sebagai bahan pembelajaran bersama. Membahas apa itu talibun rasanya tidak akan lengkap ketika kita belum tahu apa arti talibun itu sendiri. Baik, pertama kali adalah pengertiannya. Talibun adalah sebuah pantun lama yang terdiri atas sampiran dan isi, dan ketentuan membuat talibun yaitu harus lebih dari 4 baris.

pantun talibun

Ada pantun talibun yang terdiri dari 6 larik atau lebih bahkan sampai 20 larik tergantung orang yang membuatnya akan disusun menjadi seperti apa pantun tersebut. Setiap pantun yang dibuat pasti mempunyai tema tertentu misalnya mengisahkan tentang kebesaran sifat manusia, kemewahan hidup seseorang, keindahan suatu tempat yang sangat elok, dan masih banyak lagi sesuai dari imajinasi orang yang mengarang pantun itu sendiri. Ini menjadi sangat menarik sehingga setiap pemikiran penulis akan tertuang menjadi sebuah pantun apik yang dapat didengar dengan enak dan memberikan hiburan bagi orang yang mendengarnya.

Misalnya pantun bertema kecantikan suatu obyek wisata dengan berbagai pemandangan yang memberikan keindahan dan rasa nyaman bagi setiap pengunjungnya. Maka secara tidak langsung kita sebagai pembaca dan pendengar akan ikut terbawa dalam suasana tersebut sehingga menyisakan perasaan nyaman dan rasa penasaran untuk tahu lebih banyak mengenai tempat tersebut dan bukan hanya dalam puisi. Ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana kita mengambil makna dari sebuah pantun bahkan dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan berpengaruh pada pemikiran kita mengenai hal tersebut.


Berikut beberapa contoh pantun talibun yang dapat kita simak:

Pergi ke danau mencari ikan
Kail ditangan siap sedia
Ikan didapat besar bentuknya
————————-
Kawan tolong jangan lupakan
Sekecil apapun sangat berharga
Ilmu pengetahuan banyak gunanya

Terlihat ular di pagi hari
Ular kecil tak berbisa
Hijau muda warna tubuhnya
————————
Cobalah engkau mendekat diri
Mendekat diri pada Yang Kuasa
Dengan berpuasa apa salahnya

Beli nasi lauk ikan
Jangan lupa sambal dipisah
Pakai plastik yang ada talinya
————————–
Kalau cinta tak terbalaskan
Jangan galau jangan gelisah
Masih banyak cinta yang lainnya

Memahami apa itu sebenarnya pantun diatas memang tidak mudah, terlihat perlu ide yang cemerlang untuk dapat menyisipkan kata berbaris membentuk sampiran dalam sebuah pantun. Juga makna yang terkandung didalamnya harus dapat mewakili apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan, dengan tidak mengesampingkan pola akhiran dari pantun tersebut sehingga tetap membentuk pola seperti yang di inginkan. Ini memang terlihat tidak mudah namun kalau kita sudah terbiasa maka akan dengan sendirinya dapat membedakan dan menyusun sebuah pantun entah itu terdiri dari 6 baris atau lebih dalam suatu konteks yang sangat enak dibaca. Sedangkan untuk membaca didepan umum rasanya akan lebih baik apabila kita mempersiapkan diri terlebih dahulu misalnya seperti ketika menyusun contoh kalimat pembuka pidato sehingga tidak gugup pada waktu tampil.