Diduga Sarang Judi, Kantor Gameloft Jogja Digerebek Polisi

Sebuah kabar mengejutkan muncul dari kantor Gameloft Jogja siang tadi, hal itu berawal ketika para karyawan di studio games tersebut sedang asik melakukan pekerjaan mereka yaitu mengetes game baru yang memang menjadi rutinitas sehari-hari mereka. Tanpa diketahui sebelumnya, datang sekelompok polisi dengan pakaian preman menyerobot masuk meskipun pihak keamanan berusaha mencegahnya.

Kedatangan polisi tersebut disusul oleh sekelompok penegak hukum lainnya yang berseragam lengkap dan berhasil masuk sesuai prosedur yang berlaku di kantor Gameloft. Kedatangan para polisi ke kantor salah satu developer game mobile terbesar di dunia ini disebabkan karena adanya laporan bahwa di dalam kantor tersebut terjadi praktek judi online. Setelah dilakukan pemeriksaan, informasi terbukti tidak benar. Dilansir dari situs Tribun Jogja, Kapolsekta Wirobrajan yaitu Kompol Aryuniwati membenarkan berita penyergapan dengan dugaan judi online ini. Aksi dilakukan sebagai langkah antisipasi, namun begitu ada penjelasan dari perusahaan, para anggota polisi pun langsung pulang.

Salah satu karyawan Gameloft Indonesia sempat menumpahkan kekesalan sekaligus keprihatiannya di Twitter. Pasalnya, selain tuduhan polisi terdengar menggelikan, oknum aparat juga sempat memukul petugas keamanan kantor Gameloft. Ini bukanlah kejadian pertama. Setahun lalu, Gameloft Indonesia juga kabarnya sempat didatangi Badan Narkotika Nasional.


Berikut petikan kronologis kejadian tersebut yang diambil dari WA:

gameloft-indonesia

Sebagai infromasi, Gameloft bukan nama asing bagi pengguna gadget, khususnya penggemar game. Produk-produk mereka disukai banyak oleh orang Indonesia. Karena itu, seperti diberitakan Kontan, Gameloft membuka kantor perwakilannya di Yogyakarta. Nilai investasi mereka tergolong besar untuk ukuran perusahaan rintisan digital, yakni USD1 juta.

Dengan tenaga kerja mencapai 600 orang, kantor Gameloft di Jogja tersebut memang terkesan ramai dan mungkin menimbulkan kecurigaan dari beberapa pihak sehingga tak heran kalau sempat terjadi salah prasangka dan mengira kalau tempat itu adalah pusat permainan online yang biasanya disertai dengan praktek perjudian.

Mengetahui kejadian salah sasaran diatas, banyak pihak yang menyesalkan ketidak tahuan polisi atas penggerebekan terhadap kantor Gameloft tersebut, bahkan banyak pengguna jejaring sosial yang memberikan komentar negatif terkait peristiwa itu.