Hubungan Puasa Kejawen dengan Ilmu Kebatinan

Mungkin kita sudah tidak asing dengan adanya beberapa macam puasa untuk ilmu kebatinan dan ilmu lainnya, lelaku puasa itu tujuannya untuk melengkapi suatu pembelajaran tentang ilmu tertentu misalnya ilmu pengasihan, ajian pelet dan sebagainya. Bahkan untuk mendapatkan ilmu kebal seseorang diharuskan melengkapi syarat puasa kejawen selama 3-7 hari berturut-turut. Diantara beberapa puasa kejawen misalnya puasa mutih atau puasa pati geni dengan beberapa ketentuan yang harus dilengkapi.

Dalam keilmuan Jawa, antara puasa dengan materi ilmu memang ada hubungan yang sangat erat. Suatu keilmuan biasanya dilengkapi dengan syarat puasa tertentu, juga dengan amalan mantra lainnya yang harus diamalkan ketika hendak menerapkan ilmu tersebut. Tujuan lain dari puasa dalam bab kejawen adalah untuk membersihkan diri baik secara lahir maupun batin dari segala keburukan yang ada dalam kehidupan manusia. Hal itu meliputi pembersihan nafsu duniawi yang akan menutupi indera ke-6 seseorang sehingga tidak dapat peka dengan keilmuan yang akan dilalui.

Meskipun secara formal tidak banyak yang menyebutkan mengenai jenis puasa kejawen, namun dalam prakteknya sangat banyak orang yang menjalani puasa ini. Umumnya mereka memiliki tujuan tertentu yang ada hubungannya dengan suatu ilmu dalam tingkatan tertentu. Ada banyak macam ilmu yang mengharuskan si pelakunya untuk menjalani puasa apabila ingin mendapatkan kesempurnaan dan manfaat nyata dari ilmu tersebut.


Misalnya, seorang murid yang tengah belajar ilmu kebatinan dan kanuragan, maka ketika mencapai tingkatan tertentu pasti akan diberikan materi pengisian beserta syarat puasa agar ilmu tersebut lebih mantap lagi mereka kuasai. Mengenai penjelasan nyata dari proses ini memang tidak dapat dijabarkan dengan detail karena biasanya perguruan tersebut akan merahasiakan teknik mereka demi alasan privasi.

Kita juga tidak asing dengan puasa mutih sebagai pelengkap ilmu pelet misalnya, memang sudah banyak informasi mengenai hal tersebut. Dimana seseorang yang ingin mendapatkan manfaat dari mantra atau ilmu yang ingin dipelajari maka harus menebusnya dengan lelaku prihatin salah satunya dengan cara berpuasa. Puasa disini tentu lebih berat jika dibandingkan dengan puasa pada umumnya, karena biasanya memiliki keunikan tertentu.

Baca artikel lainnya: Pengertian dan Manfaat Tirakat

Yang pasti, lelaku puasa seperti diatas akan sangat bertentangan dengan ajaran agama dan sebaiknya apabila anda tidak paham betul mengenai tujuan dari puasa tersebut sebaiknya tidak menjalaninya karena biasanya puasa tersebut berkaitan dengan pemanggilan khodam tertentu dengan tujuan supaya khodam tersebut mengikuti orang yang mengamalkan ilmu tersebut.

Terakhir, tentu banyak informasi lain yang tidak diketahui penulis terkait jagad keilmuan Jawa. Untuk itu, tulisan ini hanya sebagai pembelajaran saja dan untu menambah pengetahuan. Apabila anda mempunyai informasi yang lebih akurat mengenai bab kejawen, silakan berbagi dengan kami dan teman lainnya. Anda dapat mengirimkan tulisan untuk dapat diterbitkan pada blog ini.