Ibu-Ibu Perayu dan Suka Menggoda

jamu tolak miskin

Pernahkah panjenengan menemukan seorang ibu-ibu ditengah jalan, kemudian meminta bantuan anda dengan aneh ? Kalau panjenengan belum, saya berarti orang yang paling beruntung atau malah malang karena kejadian ini saya alami berkali-kali. Dan jujur, itu begitu mengusik hati saya.

Ceritanya, tadi pagi ketika saya lagi asyik di depan komputer, ada tamu seorang ibu dengan anak kecil sambil membawa satu kresek hitam kecil.

“Sebelumnya minta maaf ya mas, mas jangan marah ya !”Begitu ujarnya ketika saya persilakan masuk, biar arah perbincangan nyaman layaknya tamu beneran.

Saya hanya mengiyakan, kemudian ibu-ibu memulai kisah sedihnya.

“Begini mas, mas jangan marah dulu ya !”Pintanya lagi,”Suami saya pergi ke Bogor, kerja. Biasanya udah pulang, tapi sudah 2 hari ini belum pulang. Saya pengen kesana, nyusul tapi saya tidak punya uang. Saya hanya punya beras mas, mas bisa bantu saya gak ?”

“Maksudnya saya suruh beli gitu ?”Saya mulai langsung to the point.

“Iya mas, saya cuma butuh 2o ribu, mas silakan beli beras ini ?”


Wah, saya sih simpati, tapi dengan cara ini saya malah ragu akan keberanan ceritanya. Saya pun, menolak sebisa saya. Saya yakin, dia masih mampu mencari bantuan selain saya. Umurnya sekitar 35 tahunan, masih seger, pakainnya rapi dan bawa anak kecil, manis. Dari gaya pakaianya dia orang yang mampu secara lahiriah dandannya.

“Wah Bu, saya ndak masak, kalaupun nanti saya beli juga beras ndak kepakai. Coba tanyakan tetangga sebelah”

Pokoknya ini seperti acara Minta Tolong dalam stasiun TV swasta. Dan saya adalah korban yang menolak untuk menolong. Yang membuat saya tidak percaya, karena terlalu banyak kejadian seperti ini yang saya alami. Biasanya ibu-ibu penjual karbol kemudian ibu-ibu yang mau ke terminal dan tidak punya duit trus ibu-ibu yang katanya dari Kecamatan nyuruh beli abate buat anti deman berdarah dengan harga tinggi dan tidak masuk akal.

Namun sepandai-pandainya ayam berkokok, tetep digoreng juga, ada juga yang ketahuan bohongnya. Pertama ketemu dijalan sama saya, ibu-ibu bilang mau ke Bogor dan tidak punya bekal. Karena saya tidak punya uang ya saya tidak kasih. Kemudian temen saya yang baru pulang kuliah juga ketemu, lantas ngomong sama saya.

“Ibu-ibu tadi kasihan, mau ke Depok gak punya duit. Sama kaya saya !”

“Ibu-ibu didepan situ (menunjuk suatu lokasi), yang pake gendongan ?”

“Iya, kamu juga ketemu ?”

“Wah, bukan ketemu lagi, malah dia bilang pengen ke bogor !”

Walah, Jakarta pancen uuuuuueeeeeedaaaannnn……!!!


Comments
  1. setia1heri

    ngasih uang mending dikasih pengemis yang sudah tua sadja