Macam Jenis Batik Indonesia Berdasarkan Proses Pembuatannya

batik indonesia

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba” yang berarti berakna “menulis” dan “titik yang bermakna titik”. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin batik (wax / malam) sebagai alat perintang warna. Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Seiring berkembangnya zaman, banyak industry-industri yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik baru muncul.

 

Berdasarkan teknik pembuatannya, batik dibedakan menjadi:

1. Batik Tulis
Batik tulis adalah adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Ada 7 tahap dalam proses pembuatan batik tulis ini, yaitu:
a. Mbathik atau Nglowong, yaitu membuat pola pada kain dengan menempelkan malam menggunakan canthing tulis. Nglowong pada sebelah kain disebut juga “ngengreng” dan setelah selesai dilanjutkan dengan “nerusi” pada sebelah lainnya. Malam klowong yang digunakan pada proses ini tidak boleh bertekstur terlalu ulet agar nantinya mudah dikerok.
b. Nembok, yaitu menutup bagian-bagian pola yang akan dibiarkan berwarna putih menggunakan malam. Lapisan malam mini berfungsi sebagai tembok penahan zat pewarna agar jangan merembes ke bagian yang ditembok. Malam tembok harus memiliki tekstur kuat dan ulet.
c. Medel, yaitu mencelup kain yang telah diberi malam kedalam pewarna untuk memberikan warna dasar. Pada zaman dahulu, warna dasar ini adalah warna biru tua menggunakan bahan pewarna Indigo (bahasa jawanya adalah tom). Bahan pewarna ini tebilang sangat lambat untuk diserap oleh kain, sehingga harus dilakukan berulang kali.
d. Ngerok dan Nggirah, yaitu menghilangkan lilin dari bagian-bagian yang akan diberikan warna soga. Biasanya proses ini menggunakan alat yang dinamakan cawuk (semacam pisau tumpul).
e. Mbironi, yaitu menutup bagian-bagian yang akan tetap berwarna biru. Proses ini dilakukan pada kedua sisi kain.
f. Nyoga, yaitu mencelup kain kedalam pewarna soga. Sebagaimana Medel, proses ini jika menggunakan pewarna alam juga harus dilakukan secara berulang dan setiap kali selesai pencelupan maka harus dikeringkan di udara terbuka.
g. Nglorod, yaitu menghilangkan lilin batik menggunakan air mendidih.
2. Batik Cap
kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Cap yang digunakan bisa berbentuk seperti yang anda inginkan. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.


Berikut prosesnya:
a. Kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan bahan yang empuk
b. Malam direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60° s/d 70° Celcius
c. Canting Cap lalu dimasukkan kedalam cairan malam tadi (kurang lebih 2 cm bagian bawah canting cap yang tercelup cairan malam)
d. Canting Cap kemudian di-cap-kan (di-stempel-kan) dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi
e. Cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori
f. Setelah proses pengecapan pada kain selesai dengan berbagai kombinasi canting cap yang digunakan, selanjutnya kain mori akan dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna yang sudah dipilih.
g. Kain mori yang permukaannya telah diresapi oleh cairan malam, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini.
h. Setelah proses pewarnaan, proses berikutnya adalah penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses merebus kain.
i. Sehingga akan nampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.
j. Jika akan diberikan kombinasi pewarnaan lagi, maka harus dimulai lagi dari proses pengecapan kain sampai proses perebusan kain.
3. Batik Lukis
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih. Tahap-tahap pembuatan batik lukis adalah:
a. Kain dibersih dan dikeringkan
b. Kain ditegangkan pada pemidang kayu
c. Motif dan corak dilakarkan dengan pensel di atas permukaan kain
d. Bahan campuran lilin dipanaskan sehingga cair
e. Canting digunakan untuk mengisi lilin cair dan melakarkan corak pada kain
f. Berus digunakan untuk untuk menyapu warna mengikut gubahan warna yang telah ditetapkan
g. Kain yang telah siap diwarnakan dibiarkan kering
h. Kain direndam atau disapu dengan sodium silikat selama 8 – 12 jam untuk mematikan warna
i. Kain direbus dalam campuran air dan debu soda
j. Kain dicuci, dibilas kemudian dijemur ditempat redup atau digosok sehingga kering