Peribahasa Jawa Tentang Kehidupan dan Artinya


Banyak dari kita belum memahami apa sebenarnya arti dari keadaan hidup ini, sebagaimana yang seringkali orang katakan dalam peribahasa Jawa tentang kehidupan dan artinya meskipun disana sebenarnya dapat dilihat perumpamaan hidup yang selalu berubah karena kehidupan memang penuh dengan ujian dan keadaan yang mungkin menjadikan kita orang sibuk sehingga tidak sempat menikmati apa sebenarnya yang dapat dipetik dari keadaan hidup ini. Ada banyak sekali contoh peribahasa bahasa jawa mengenai arti hidup yang sesungguhnya yang mana itu akan menjadikan kita sosok penuh tanggung jawab untuk apa yang mungkin menjadi tugas kita, berkaitan dengan kemakmuran keluarga dan orang terdekat yang kita sayang.

arti hidup

Mencari makna sebenarnya dari arti kehidupan ini kadang membuat kita terus berkelana mencari keadaan sebenarnya yang menjadikan hidup semakin berwarna, ada susah dan senang datang silih berganti. Ada banyak cobaan yang menjadikan kita memiliki sifat sabar, ada pujian dan cacian yang kadang datang tidak dalam waktu yang tepat, sehingga semua itu terasa tidak adil bagi kita. Namun dari sana akan dapat kita petik pelajaran berharga mengenai apa dan bagaimana seharusnya dalam hidup ini untuk kita jalani. Penuh dengan warna dan perubahan yang tidak selalu sesuai dengan kehendak hati.

Banyak orang mengungkapkan keadaan hidup kedalam pepatah, misalnya dalam tulisan yang akan kita bahas ini mengenai berbagai perumpamaan jawa dan pepatah bijak bahasa Jawa yang semoga memberikan tambahan pengetahuan bagi kita semua yang saat ini sedang belajar tentang hal tersebut. Karena ada banyak sekali potensi yang dapat kita gali melalui pembelajaran yang semestinya akan dapat melatih rasa sabar akan hidup, dan memberikan efek luar biasa untuk kita renungkan sehingga ketika hidup ini begitu sepi mungkin karena ada yang salah dengan cara pandang kita mengenai kehidupan.

Berikut beberapa contoh kalimat ungkapan atau peribahasa Jawa:

Beda-beda pandumaning dumadi
Beraneka warna pemberian Tuhan itu kepada ciptaan-Nya

Cakra manggilingan
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
Didepan menjadi contoh, ditengah membimbing, dibelakang mendukung

Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali marang sapadha-padhaning tumitah
Keadaan yang ada ini tidak lama pasti mengalami perubahan, oleh karena itu jangan lupa dan melupakan sesama manusia

Dari beberapa contoh diatas dapat kita lihat makna mendalam dari beberapa peribahasa dalam bahasa Jawa bahwa kehidupan ini memang tidak abadi, akan selalu perubahan yang menuntut kita untuk dapat bersaing dan ingat dengan Tuhan. Juga membiasakan diri untuk menolong sesama manusia karena bisa jadi nasib kita yang saat ini sedang mujur namun di lain waktu akan mengalami kemunduran dan cobaan hidup sehingga memerlukan bantuan orang lain. Itu akan berdampak pada keadaan hidup kita yang harus dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mencari berbagai keadaan sehingga tidak akan menjadikan kita orang yang lupa akan diri sendiri setelah menemukan kesenangan hidup, apalagi mengabaikan orang lain demi kesenangan pribadi.