Pengertian dan Penjelasan Tentang Perkembangan Fisik Remaja

remaja putri

Apa yang anda ketahui mengenai perkembangan fisik remaja? Pertumbuhan Fisik Remaja merupakan hal yang wajar, yang pada umumnya dialami setiap remaja baik putra maupun putri,dan hal inilah yang paling dirasakan oleh para remaja. Namun banyak para remaja yang kurang mengerti tentang pertumbuhan fisik yang dialami mereka karena pertumbuhan fisik mereka yang berbeda-beda,padahal pertumbuhan individu mereka berlangsung secara terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Dan masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik karena diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang baru. Pada pertumbuhan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula mulai terjadi pembentukan hormon-hormon seksual yang sudah mulai terbentuk sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormon tersebut sehingga tak heran pada masa ini mulai kelihatan agresivitas remaja yang jelas. Oleh karena itu, orang tua pun hendaknya mengetahui pertumbuhan putra-putrinya agar dapat membimbing mereka dengan baik dan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai pertumbuhan mereka masing-masing.

Apakah pengertian remaja?

Dalam berbagai buku psikologi terdapat perbedaan pendapat tentang remaja namun pada intinya mempunyai pengertian yang hampir sama. Penggunaan istilah untuk menyebutkan masa peralihan masa anak dengan dewasa, ada yang menggunakan istilah puberty (inggris) puberteit (Belanda), pubertasi (latin), yang berarti kedewasaan yang dilandasi sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian dan keperempuanan. Ada pula yang menyebutkan istilah adulescento (latin) yaitu masa muda. Istilah pubercense yang berasal dari kata pubis yang dimaksud dengan pubishair atau mulai tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan. Istilah yang dipakai di Indonesia para ahli psikologi juga bermacam-macam pendapat tentang definisi remaja. Disini dapat diajukan batasan remaja adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.

Sedangkan menurut Sarlito (1991), tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat dan tingkatan sosial ekonomi, maupun pendidikan. Sebagai pedoman umum remaja di Indonesia dapat digunakan batasan usia 11 – 24 tahun dan belum menikah.(Sunarto : 1998 : 56). Batasan usia 11 – 24 tersebut didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

1. Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak (criteria fisik)


2. Usia 11 tahun dianggap oleh masyarakat indonesia sebagai masa akil balig baik menurut adat maupun agama, sehingga mereka tidak diperlakukan sebagai anak kecil. (kriteria sosial ).

3. Pada usia tersebut mulai ada tanda – tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapainya identitas (ego identity), tercapainya fase genital dari perkembangan kognitif maupun moral.

4. batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal yaitu memberikan peluang bagi mereka yang masih menggantungkan diri pada orang lain dan masih belum mempunyai hak – hak sebagai orang dewasa.
Status perkawinan sangat menentukan. Di Indonesia, dalam usia berapapun, jika seseorang yang sudah menikah sudah dianggap dewasa.

Ada beberapa tahap Pertumbuhan fisik remaja selama masa pertumbuhan remaja, yaitu:

1. Perubahan eksternal
Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001).

2. Perubahan internal
Merupakan perubahan yang terjadi di dalam organ dalam tuvuh remaja dan tidak tampak dari luar. Parubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Antara lain: 1. Sitem Pencernaan 2. istem Peredaran Darah 3. istem Pernapasan 4. Sistem Endrokin (kelenjar seks) 5. Jaringan Tubuh

Kondisi-kondisi yang mempengarui pertumbuhan fisik remaja
Kondisi – kondisi yang mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung ke remaja antara lain:

1. Pengaruh keluarga. Kondisi ini meliputi faktor keturunan maupun lingkungan.

2. Pengaruh Gizi. Anak yang mendapatkan gizi yang cukup biasanya akan lebih cepat mencapai taraf dewasa dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan cukup gizi.

3. Gangguan Emosional. Ada beberapa gangguan emosional yang mempengaruhi pertumbuhan fisik.

4. Jenis Kelamin. Anak lelaki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingan anak perempuan, kecuali pada usia 12-15 tahun yang terjadi justru sebaliknya.

5. status Sosial Ekonomi. Anak yang mempunyai latar belakang ekonomi lebih rendah cenderung lebih kecil dan “kurang terawat” daripada ekonomi yang tinggi.

6. Kesehatan. Anak yang jarang sakit akan mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan berat yang ideal jika dibandingkan dengan yang sering sakit.

7. Pengaruh bentuk tubuh.
Jadi, Pertumbuhan fisik adalah perubahan – perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik remaja tersebut bukan hanya menyangkut bertambah ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh, melainkan juga meliputi perubahan ciri – ciri yang terdapat pada kelamin utama dan kedua. Baik laki – laki maupun perempuan, perubahan fisik mengikuti urutan – urutan tertentu.