Proses Pembuatan Tahu dan Pengolahan Limbahnya

pembuatan tahu

Anda menyukai jenis makanan yang satu ini? Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Tahu merupakan salah satu jenis makanan sumber protein yang berbahan dasar kedelai (Glysine sp). Namun, tahukah anda bagaimana proses pembuatan tahu dan pengolahan limbahnya? Pada umumnya limbah industry hanya dibuang begitu saja. Padahal, limbah industry tersebut berpotensi berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Namun, tidak pada limbah industry tahu, limbah tahu masih bisa dimanfaatkan. Misalnya limbah padat tahu diolah menjadi gembus dan oncom (Neurosporas.), pada limbah cairnya tahu dapat pula diolah menjadi biogas dan biofilter.

limbah tahu


Proses produksi tahu menghasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cairan. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bisa juga diolah menjadi bahan makanan, yaitu gembus dan oncom. Sedangkan, limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Dampak limbah tahu adalah pencemaran lingkungan serta dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Selain menambah keuntungan bagi para produsen, manfaat dari pengolahan limbah cair tahu cukup banyak diantaranya yaitu bisa diolah menjadi biogas, penggumpal lateks, biofiltrasi, nata de soya dan pupuk. Akan tetapi, pengetahuan masyarakat untuk mengolah limbah cair pabrik tahu masih sangat kurang. Sehingga produsen tahu lebih memilih untuk membuang limbah cair dari pada mengolahnya. Padahal, limbah cair tahu mengandung protein yang tinggi dan mudah terurai.